follow me on twittaah

Showing posts with label bahasaaaanskibo. Show all posts
Showing posts with label bahasaaaanskibo. Show all posts

Saturday, January 21, 2012

pola kepribadian ?

Hai halo bonjour sampurasun semuanya !, gue lagi cukup produktif nampaknya yah, sehari sepost haha !. Sebenarnya ini tuh pingin bgt ditulis kemaren, cuma karena ngantuk setelah nulis post pertama ( re: reflektif) jadi ya tidurlah haha. Simpel dan sedikit curcol sih, cuma ada sebuah isu yang bikin gue tergelitik kmrn.

Temen gue ngetweet gini 'bisa ga sih kepribadian dominan ekstravert diubah jadi introvert ?' Nah guys, sebelumnya gue yakin bgt nih, dan percaya kalo lo semua udah kenal diri lo sendiri, atau minimal mau tau tentang dirilo. Pola, jenis dan tipe kepribadian emang harus dipelajari dari teori, tapi 'isi' kepribadian, ya sifat, ya pandangan, itu bisa banget lo pelajarin sambil hidup. Baik secara sadar atau engga, percaya atau tidak, cuma dirilo-lah yang paling tau tentang dirilo. Yakan ? :D

Pola kepribadian yang gue maksud disini adalah bagaimana susunan dominasi sifat yg lo semua milikin. Segala pandangan hidup lo, sifat, bahkan perilaku itu bisa disimpulin jadi kepribadian lo. Setiap orang pasti beda-beda kan, everybody is unique, jadi gue berani ngomong kalo tipe dan jenis kepribadian yang para ahli bilang itu relatif. Itu cuma dasar lho. Bukan akhir keputusan mengenai kalian.

Memang pada dasarnya potensi setiap manusia sama. Baik, positif, walaupun beda segmentasinya di tiap orang. Nah yang beda ya pengembangannya. karena ya everybody punya pandangan beda-beda mengenai suatu hal, sifat beda-beda, bahkan semirip-miripnya fisik seseorang (kembar misal) itu pasti ada bedanya, makanya balik lagi ke kata relatif.

Tipe atau jenis itu kan cukup kaku, dan bisa gue bilang setiap orang punya semua dasar sifat dari tipe kepribadian (nahlo ?). Misalkan lo make teori yang introvert (orientasi dalam diri) dan extrovert (orientasi luar diri) - tentang ini lo bisa search di om google tah, penjelasan singkat gue sih introvert itu orang yang kurang suka dunia luar, dia mikir sendiri, kerja sendiri, mungkin kadang bisa dibilang pendiam lah. Dia susah 'keluar' dari zona dirinya sendiri. Dan extrovert itu kebalikannya. Doi gaul abis lah di lingkungan haha, ekspresif dan peledakan emosinya keluar diri, lingkungan dan sebagainya.

Oiya jadi lupa gue haha, jadi misal lo make teori itu. Pada dasarnya setiap orang punya basic introvert atau extrovert, cuma dominasinya yang beda-beda. Ada yang dominan in dan ada yang ex. Tapi seiring dengan perjalanan hidup, gue berani bilang itu bisa berubah. Karena ya itu cuma dasar. Ketika lo dapet stimulus atau 'colekan' lagi dari lingkungan, lo yes banget bisa berubah. Baik berubah dominasi atau menguat. Pengalaman membuat kita makin mengenal siapa diri kita. Mendewasakan pemikiran.

Terus misalnya kita pake tipe kepribadian sesuai kekentalan darah. Si sanguin, phlegmatis, melankolis dan koleris. Pernah denger kan ?. ( Kembali kalo belom gue suruh nanya lagi ke mbah om google haha). Intinya sanguin itu ya ekspresif di lingkungan, tukang bicara. Koleris itu pemimpin banget, otoriter, orientasi hasil, penghargaan. Phlegmatis nih si kalem, stabil, gamau ribet, males berubah, dan melankolis nih si pendiam, pemikir, perfeksionis, pemikir. Nah cukup kebayang kan ?, kalo belum, bisa ask me more deep (apacoba) atau search google *kekeuh haha :p

Nah pada dasarnya setiap orang punya semua sifat si 4 kepribadian ini. Tapi dominasinya beda. Biasanya ada 2 tipe yang dominan, misal ya sanguinis-koleris, melankolis-koleris, dan lainnya. Cuma ini bukan pasti guys !, ini cuma dasar kepribadian kalian. Tetep aja pada perkembangannya itu bisa berubah ya sesuai kalian dan hidup kalian. Pengalaman kalian dan pandangan hidup kalian. Re to the la to the tif, relatif.

Kadang gue suka nemuin orang-orang yang ketika menemukan tipe atau jenis kepribadian atau golongan 'apa' mereka, itu malah jadi hidup terbatas, seolah-olah kalo ya lo sanguin lo cuma bisa jadi sanguin. Ngelakuin hal sanguin. Kalo lo introvert lo ga akan bisa gaul dan cuma tetep 'in' tapi ga gitu cuuy sebenarnya -,-

Itu ya cuma dasar. Pengembangannya ya gimana kalian. Pernah nonton avatar kan ?, itu lhoo si aang penguasa elemen lalala. Nah pada dasarnya sifat itu kayak elemen. Avatar itu kayak equilibrium (titik tengah)dan kesempurnaan hidup. Lo punya semua elemen kan jadi avatar. Lo sempurna ngendaliin semua sifat lo ya bisa jadi manusia sempurna guys, tapi kan ga ada, jadi itu bedanya realitas sama kartun. Ga ada yang sempurna di dunia nyata. Kesempurnaan hanya milik ?? (Dijawab) tuhan buu allah buu . 'Nah bener ! *jayus, abaikan :|

Oke balik lagi. Ketika misal aang itu dominan elemennya kan angin. Dia bisanya ngendaliin angin doang pada awalnya. Tapi buat jadi avatar dia harus bisa ngendaliin semua elemen sesempurna mungkin, ya api, air, tanah buat nyelamatin dan ngamanin dunia. Nah kita sama. Kita punya dasar semua sifat dari semua tipe kepribadian. Cuma dominan tiap orang beda. Semakin sering kita belajar mengenai hidup, mengenal diri dan lingkungan, kita bakal makin bisa meng'aman'kan hidup kita. Nah pasti kebayang sekarang. Semakin kita tau dan kenal diri kita, semakin mudah kita adaptasi sama lingkungan yang selalu berubah. Inti munculnya teori kepribadian sebenarnya itu. Sebagai sarana pengenalan bantu dasar diri. sekali lagi, bukan sebagai keputusan akhir atau judgement umum mengenai 'manusia'.

Jawaban tweet itu sendiri sebenarnya bisa banget. Pola ataupun tipe itu kan cuma teori. Inget bahwa sampai detik inipun belum ada ilmu dan teori pasti mengenai hidup dan definisi keseluruhannya. Dan menurut gue pun ga akan ada. Sampai kapan pun teori ga akan bisa mendefinisikan hidup secara utuh. Teori kan diciptakan untuk membantu menjalani 'hidup'. Jadi jangan sampe teori ini, pola dan jenis ini, membatasi pengembangan diri kalian lho. Manusia itu luar biasa, undefinable (ga ter-artikan). Baik itu pandangan hidup, sifat bahkan sikap setiap orang pasti berubah-ubah, dan berusaha maksimal untuk jadi 'maksimal' lebih baik, dan mendekati kesempurnaan potensinya.

Intinya mah jangan terpaku sama teori. Apalagi soal hidup, dan manusia yang wow banget lah, everybody Is unique, semua orang punya keunikan, potensi dirinya sendiri yang cuma dia yang punya. just remember sih, bahwa pola, tipe dan jenis kepribadian hanyalah alat bantu kalian mengenal diri, alat bantu pengembangan diri kalian, jadi yaa tetap berkembang kawan !

Akhir kata salam psikolokibooo~

sumber gambar : 
  • http://duniacaktuh.files.wordpress.com/2010/12/perbedaan.jpg
  • http://3.bp.blogspot.com/_OIuR5K2ZxgA/TSSmHZZ9qjI/AAAAAAAAABk/anQ0pX-zz4E/s1600/traits.jpg
  • http://shawnpt.files.wordpress.com/2011/04/extrovert-v-introvert.jpg
  • http://thisjourneyismyown.files.wordpress.com/2010/03/eysenck.gif?w=400&h=400
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_J67GV_qQTyz8pvPhpXJ03sfzBjeZcvUwWS2F58oT_iCpj2qVP2-BVYvzqiG0H4_RFQaUjLFVkxnZeHS9Kx34PJ7LpnAcJz0kuZvcomQN14zYoCikXkCjl6Tn9Mr9xGgK0YdjTtUJsLK2/s400/prison-in-austria-34.jpg
  • http://fc01.deviantart.net/fs32/f/2008/203/0/2/Avatar_Aang_by_Shira_chan.jpg
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5rLFzWNE3Cqu00mVrBfTzablTMBtGBM6Tdr3XB3Y0aSIXFZQ3WevOyYZylErdkiFsAnKaFXgzgtA0U2h2BiYRLwDTshKCSygGMML06aoILch01McENfOX_SJsycYqWeBm_zdV1lMP1ts/s1600/tumbuh+dan+berkembang.jpg
  • http://donnygo.files.wordpress.com/2010/10/its-okay-to-not-be-perfect.jpg

Friday, January 20, 2012

REFLEKShIt :))

Hello guys !, 2012 nih ! Haha, gila yah cukup lama sebenarnya gue vakum nulis, agak sombongnya sih gasempet, pengakuan dosanya yaa emang lagi ga ada isu yang muter-muter di otak. Stuck on my flatness life laaah intinya mah. I hope you don't ya guys. Justru tulisan kali ini adalah sedikit monologue diri gue yg belum kepraktekkan. Udah sih, cuma belom, jadi .., bingung kan ? Haha.


Monolog itu bicara dengan diri sendiri. Emang bisa ?, bisa lah, lo pasti punya banyak pemikiran dan pandangan pada tiap hal. Bahkan kepribadian lo pun di dalemnya ada banyak 'hal' jadi kalo semuanya ngobrol ya jadi monolog. Refleksi diri membicarakan mengenai pembicaraan, debat alam bawah sadar lo, pikiran lo, yang dikeluarkan di dunia nyata. Diteliti, dipelajari, agar lebih baik.


Monolog atau refleksi diri emang 'jurus' yang cukup bagus. Lo bisa adu argumen dengan tenang tanpa ada siapapun yg ganggu (except yourself). Daan ini emang salah satu terapi terbaik mengenal diri menurut gue. Refleksi diri. Just you (self), evil and angel kalo kata film mah, kalo kata teori, first I want to use id, ego, and superego dari salahsatu tokoh besar psikologi, psikoanalisis, Sigmund Freud.


Id disini adalah semua nafsu lo. Semua keinginan naluriah lo, fisiologis lo, dan yah, dia ga mikirin apapun kecuali pemuasan dirilo. Terus superego ini kayak nurani lo. Dia yang mikirin nilai-nilai moral, etika, agama, dan yah nurani lah. Inget, pada dasarnya setiap manusia itu berpotensi baik. Positif. Oiya And satu lagi, si penengah ya ego. Dia yang mikirin jalan tengah pemuasan antara Id, dan superego. Karena yaa ego inilah muka dirilo. Yang berkaitan dengan lingkungan langsung. Yang kerjaannya nyari jalan tengah, biar enak diliat diluar 'kasarnya'. Ya lo puas, nurani pun ga terkoyak. Pilihan teraman untuk dipraktekan.


Ketika lo pake teori refleksi berdasar freud ini yah, simpelnya gini. Lo gausah capek" banyakin jalur pendapat. Cuma 3, dan sangat saling berkaitan. Misalnya aja nih, ketika lo laper dan si id tentu saja udah meraung" minta dipuaskan yakan, cuma keadaannya gini.
*You don't have a money
*Lo lg bareng sama anak-anak
*lo gasuka ngutang
Choice super :
*ada makanan nganggur bekas temenlo
*ada makanan baru yg penjualnya lg ga ada dan disitu cukup sepi kecuali temen" lo.
*semua temenlo makan kecuali lo.


Ini dialognya :


Id : mau makaan, lapeeer. cepet dan gimanapun caranya.
Superego : udah pinjem aja sama temen lo yg ada, janji dgn tepat kapan mau ganti. Kita butuh makan. Jangan ngambil yg temen karena gaenak, ga beretika, dia jg laper. Jangan nyuri gabaik. Kalo ga ada yg minjemin yaudah, tahan aja lapernya. Demi kebaikan umat.




Oke guys. Setiap ego bakal beda-beda penetapan keputusannya. Bakal balik lg ke budaya lo, kebiasaan lo, dan intinya dia bakal cari jalan tengah, yg memuaskan semuanya.
Nah dialog diatas itu contoh simpel monologue. Refleksikan, tuliskan kalo perlu, dialog-kan apa yg ada di pikiranlo. Gue boleh bilang ini salah satu seni berpikir. Dan useful banget jika emang kita cerdas menggunakannya. Ini cara yang cukup baik untuk mengenal diri :)


Dominasi tiap elemen setiap orang juga beda". Ada yg id-nya lebih dominan ataupun superegonya yang dominan. Hey teman, perkuat ego-mu untuk mencapai equilibrium, atau titik sentral hidup. Keseimbangan hidup bahasa kerennya mah. Caranya gimana ?, Evaluasi diri, refleksi diri dan banyak cara lainnya. Pelajari setiap elemen hidup lo, dan usahakan tidak lakukan kesalahan yang sama. Inget kalo kata quote, pengalaman adalah guru terbaik. Hidup adalah sebuah penelitian. Jadi intinya jangan bosan belajar, usaha dan berubah buat jadi lebih baik guys !, ilmu mah ga akan ada abisnya.


Akhir kata salam psikolokibo :3


sumber gambar :
  • http://www.queeky.com/share/drawings/cartoons/123001/id-ego-and-superego.jpg
  • http://farm3.static.flickr.com/2006/2444166564_342d6f5318_o.jpg
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwoBmxn2TI_Efi-kOvx-Az9P6cV2IyAtz1YBBF1SvFr7KtksGzb1AsA42OXLRmvcKBTaxKO6wo272cLJQd3XqiCjj-RGvWPHKGAHUyvjsIJuiH0VfjD3RtUx5kPZxYnWOqJShoarFqZXbr/s1600/antique-ancient-wooden-mirror-design-z.jpg
  • http://sidoxia.files.wordpress.com/2011/04/freud.jpg
  • http://inkjot.files.wordpress.com/2010/06/id-ego-super-ego.jpg

Wednesday, December 7, 2011

FALL AND RISE

jatuh bangun. kayak lagu dangdut yah ?, hahaha. gue berani berkata bahwa setiap orang pernah mengalaminya. baik secara fisik ataupun tentu saja psikis. Hidup itu seperti roda yang selalu berputar, ga akan selamanya lo di bawah dan ga akan selamanya juga lo diatas. percaya atau engga karma  atau hukum timbal balik itu ada. Apa yang lo dapatkan adalah sama dengan sesuai dengan apa yang pernah lo berikan.

Halo lagii semuanyaaa, lama banget yah gue ga nulis hehe, ada beberapa rsionalisasi sih sebenarnya tapi yasudahlaah, yuk balik lagi ke topik bahasannyaa. Kali ini gue bakal ngebahas tentang JATUH dan BANGUN, FALL and RAISE, yang tentu saja mengenai psikis. Pada dasarnya semua orang pernah dan pasti mengalaminya. Coba gue tanya, siapa sih diantara lo semua yang belom pernah gagal ataupun berhasil. Mungkin ada beberapa orang yang selalu mengeluhkan betapa susahnya hidup, atau betapa mudahnya hidup, tapi sesungguhnya yah, ga akan selamanya hidup itu seperti yang lo inginkan. Ga selamanya rencana lo bakal lancar. Percaya atau tidak, Cuma rencana Tuhan yang sempurna :D

Kadang gue suka bingung sama orang yang mengeluhkan betapa datarnya hidup dia. Padahal yang kalo dirunut lagi dan dilihat dan diterawang dan diteliti (lebay han udah, hehe) gamungkin banget hidupnya dia grafiknya lurus-lurus aja. datar-datar aja. biasa-biasa aja. Gamungkiiin sob gue jamin !. Semua orang pasti pernah mengalami keberhasilan dan kegagalan. Segala pepatah yang mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda ya bener banget. Kapan lo mau belajar kalo lo terus berhasil. Kapan mau belajar kalo lo dari lahir udah pinter. Kapan lo mau kaya kalo lo gapernah miskin dan begitu pula sebaliknya. Ada hitam ada putih, ada sukses ada gagal, dan tentu saja ada jatuh ada bangun, gue tekenin sekali lagi yah. BIASA dan wajar.

Jadi gini sih, setiap orang punya momennya sendiri-sendiri, punya caranya sendiri-sendiri. seperti yang dikatakan teori psikologi humanisme bahwa setiap manusia itu pada dasarnya adalah baik dan unik. Unik disini berarti beda dari yang lain. percaya atau engga, hey guys !, lo semua pasti punya kelebihan yang cuma lo doang yang punya !. Cari dan manfaatkan itu !, karena itu-lah lo. Tuhan memang sutradara sekaligus arsitek yang baik. Dia memberikan free role free to choose buat kita dari bertriliyun langkah dan jalan yang udah dia rencanakan


LO GA AKAN PERNAH KEHABISAN PILIHAN UNTUK BERGERAK. Percaya deh, kalo kata pepatah dimana ada kemauan disitu ada jalan. Jadi kalo lo emang udah jatuh, ya bangun lah. Kalo setelah lo jatuh lo menyerah. ga akan ada lagi hidup. Bangun sendiri broo belajar bangun sendiri. Ga selamanya ada orang disisi lo. cuma TUHAN yang selalu ada buat lo. Jadi persiapkan diri lo buat menghadapi hidup, dan berserah diri sama-NYA karena dia terus ngedampingin lo.
Jatuh itu wajar, gagal itu biasa. orang yang takut gagal itu kalo kata dosen gue berarti takut sukses. Sekarang semuanya pilihan lo, karena setiap orang pasti merasakan 'jatuh', jadi tinggal pilih aja kapan mau bangunnya heeeei. BANGUN LALU LANJUT HIDUP, ATAU NYERAH DAN MATI. coba deh lo pikir ulang, ada gunanya ga sih menyerah pada keadaan ?. apa sisi positifnya ?. yeap itu negatif.  kalo kata statistik efek jatuh = jika bangkit adalah hidup, maka menyerah = MATI.

Banguuun bangun dan bangun. maju ke depan dan naik ke atas. Pilih pilihan lo, bangun ketika jatuh, belajar dari hidup lo, dan percaya, bahwa hidup itu belajar. kalo lo nyerah lo ga akan bisa belajar. Kadang kala memang mengalah itu diperlukan, tapi satu sih saran gue mah, kalo kalah itu bukan dan belum tentu nyerah. Lo sendiri yang memutuskan arti itu sendiri. yeap, balik lagi, lo lagi yang harus milih *yaiyalah ini kan hiduplo haha inget guuys, setiap orang punya momennya sendiri, waktunya sendiri, tepat atau tidak suatu hal, itu balik lagi ke elooo, kalo ga ada momennya, ciptain aja ! \m/

*PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK
*JAWABAN TERBAIK DARI MASALAH SETIAP ORANG ADA PADA DIRINYA SENDIRI
*INI HIDUP LO, INI PILIHAN LO. PILIHAN LO ADALAH PILIHAN TERBAIK, KARENA KEPUTUSAN AKHIR DARI APAPUN ITU, BALIK LAGI KE DIRI LO.

akhir kata .., salam psikolokibo :D

sumber gambar : 
  • http://4dentng21.files.wordpress.com/2011/05/roda-itu-berputar3.gif
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw9L6JQ2xtdUCX_gBBSpw6mJswMRDN5vHW5GSgiYbqkWwiQb_M94G6wC9OCsh2HxKyiR6IVC3mnC-U9wZ7iH6Lg1ofqhEd2Vxu3J2aQDrvtmBIq1Chl2m1bzs1DtbZg0Mz-gewb-azJCw/s1600/tips.jpg
  • http://max-cdn.loyarburok.com/wp-content/uploads/2010/05/guitar-bangkit.jpg
  • http://asyrafazmin.com/wp-content/uploads/2010/06/fallfromstair.jpg

Friday, July 29, 2011

outsider

Halo lagi semua !, yang mau gue bahas kali ini cukup menarik nih. Outsider. Dalam bahasa indonesia berarti orang luar. Dalam bahasa psikologi bisa dibilang out group (dalam teori in-out group atau teori kelompok) dan dalam bahasa lainnya, menurut gue, outsider disini kalo di budaya barat bisa kita sebut dengan geek. Beda dengan nerd atau orang aneh, geek ini secara ga langsung adalah contoh outsider. dalam sosial dia ini ada, tapi kayak ga keliatan. Dengan kata lain. Kayak ga dianggap. Menarik kan ?

Pertanyaan menjebak nih, pernah ga kalian ngerasa kayak gitu ?, di lingkungan terdekat aja. Ga harus malu untuk mengakuinya. Gue berani ngomong kalo semua orang itu seenggaknya pernah jadi outsider.  Turis di negeri orang juga outsider lho, selama kalian berbeda sendiri dengan yang lainnya, dan seperti ada tapi ga ada, itu outsider. Kalian tahu, kadangkala being an outsider itu better daripada jadi orang yang suka cari muka. Atau muka dua. Dan muka-muka yang lainnya. Perasaan ini kadang diremehkan. Oiya sekali lagi outsider itu nyangkutnya ke perasaan. Kasarnya. Ketika lo bergaul sama seseorang atau sebuah grup, lo dianggap ga ?, baik secara ada, manfaat, dan respek. Itu indikatornya menurut gue. Simpel nih gini penjelasannya.

Pertama secara ada yah. Ada ya pertama berarti fisikli ada. Nyambungnya ke entah lo diajak ngobrol, ditanggapi, diajak komentar, atau merasa bisa komentar dll. Ini balik lagi ke perasaan lo. Ketika kalian ngumpul. Lo merasa lo ada disana ga sih ?, kasarnya totally nyambung ga sih sama mereka ?. Dianggap ada ga lo ?, atau siapa tau ada ga ada lo sama aja bagi mereka. Itu yang lo harus cari tau. Bukan berarti jadi mikir kalo mereka harus butuh lo, engga. Ini entar nyambungnya bakal ke respek. Dimana suatu kelompok yang baik. Gue sambungin sama pertemanan yah. Pertemanan yang baik itu saling menghargai. Saling membutuhkan. Keliatan simpel kan yah ?.

Ketika lo ga ada beberapa saat. Apa sih yang terjadi disana ? --> ini pertanyaan yang paling penting buat ngejawab apakah lo bener 'ada' dalam kelompok mereka. Kelompok yang juga lo akui sebagai kelompok lo. Inget saling membutuhkan. Mau sindiran ?, lo liat dan pahami tagline 'sampoerna hijau' --> ga ada lo ga rame.

Yang kedua itu segi manfaat. Balik lagi ke perasaan nih. Lo merasa dibutuhkan ga sama kelompok lo. Apa yang udah lo kasih buat mereka dan begitu pula sebaliknya. Timbal balik disini logika yah. Secara perasaan emang gaboleh gitu, tapi kalo lo pikir secara logika itu bakal kayak gitu. Manfaat lo disana apa ?, entarnya bakal balik lagi ke pertanyaan, lo dibutuhkan ga disana ?, masuk lagi ke indikator lo 'ada' ga disana ?. Bener-bener ada ga ?.
Yang ketiga nih yang sebenarnya secara umum nyangkut 2 indikator atau aspek diatas. Yaitu respek. Atau respect. Dihargai ga elo disana, sejalan dengan elo menghargai mereka ?. Ini elemen terpenting, tanpa respek. Lo bukan apa-apa di sebuah kelompok. Ini ga cuma kena ke perasaan, tapi ke logika juga. Mungkin terlalu panjang lebar penjelasan tentang respek ini. Intinya respek adalah.apakah lo dihargai ?, bukan secara fisik, dan perasaan aja, tapi juga manfaat, komentar, bahkan hal terkecil kayak senyum lo dan semuanya tentang hubungan lo sama kelompok elo. Respek adalah yang paling keliatan simpel. Tapi terpenting.
Outsider itu bukan cuma penilaian mereka terhadap elo. Tetapi juga elo terhadap kelompok mereka. Se-denialnya elo, atau senolaknya elo terhadap kenyataan bahwa lo itu outsider. Hati lo ga akan bohong. Perasaan lo ga akan pura-pura bilang kalo lo nyaman sama mereka padahal engga. Sori Mie se**p. Iklan lo gue bantah kali ini. Dalam hal ini lidah bisa boong. Bisa banget.


Percaya atau engga, di beberapa budaya, sistem in group dan out group itu masih berlaku. Dan kalo gue pikir lagi. Pasti berlaku. Kita lihat dari hal yang paling kecil, in dan out di antara fans sepakbola. Atau in dan out diantara kelas didalam sekolah. Misalnya aja nih, gue anak ips, dia ipa, ips anti ipa, ipa alay dan lain-lain. Itu yang ngebuat anak ips (misal). Analisisnya gini. Anak ips membuat lingkup in group sendiri, sesama anak ips. Anak ipa adalah out. Segala yang out itu ga akan lebih baik dari in. Gitu prinsip kasarnya in group yang berlebihan. Lebih kasarnya lagi, pertemanan, hubungan kelompok, yang berlebihan. seolah-olah didasari oleh solidaritas, saudara, persamaan senasib tapi padahal kalo lo teliti lagi. Adalah analisa manfaat. Analisa manfaat tuh ketika lo mendekati orang karena ingin cari untung buat kita dari mereka.Gue berani bilang orang yang berkumpul dengan temen sehobinya juga bisa dibilang pake teori manfaat ini. Emang harus yah manfaat tuh ?, bukannya itu pamrih ?, pertemanan,persahabatan, persaudaraan, itu ga pamrih kan ?. Coba lo pikir. Bebas mau pake perasaan mau pake logika. Sama jawabannya menurut gue.

Balik lagi ke kelompok. Manusia itu unik. Unik itu perbedaan. Tapi kalau ada pebedaan pasti ada persamaan. Dan kalo ada lagi persamaan. Sekecil apapun. Pasti akan ada kelompok. Saking banyaknya manusia di dunia dan perbedaannya. Kita ga akan bisa hidup individual menyendiri dan menghindari kelompok. manusia kan makhluk sosial. Tapi juga harus hati-hati dengan kelompok. Perbedaan kecil, becanda yang kelewataan emang wajar dalam pergaulan. Tapi kan tapi ya, ketika lo mau ngomong ke orang itu harus dikaji. Kalo mau berpendapat itu harus dipikir. kayak setiap kata yang gue selalu taro di Post gue. Berpikir objektif. Orang lain juga ngerasain hampir sama apa yang kita rasain. Makanya lo mikir kalo mau ngapa-ngapain, di lain pihak orang lain itu enak ga digituin ?. Lo kalo digituin enak ga ?

Kalo lo nyebut anak-anak. Atau kelompok lo. Lo mikir deh. Lo harus hati-hati kalo nyebut kata anak-anak, barudak dan sejenisnya. Karena mereka tuh siapa ?. Anak-anak atau kelompok lo tuh banyak. Emang lo bisa ngitung jumlah kelompok yang pernah lo masukin sengaja ga sengaja. Jumlah orang yang pernah lu kenal ?. Susah kan. Hati-hati dalam penyebutan kata itu. Kata anak-anak itu sangat ambigu. Kalo lo liat lagi secara hati lo bisa tanya dirilo. Lo nganggep mereka anak-anak lo, atau kelompok lo. Mereka gimana ?. Atau kalo ada yang ga keanggap padahal ada. gimana kalo besok-besok lo mention aja semua orangnya. Mudah kan ?. Atau pake nama temen yang paling eksis ditambah dkk. Misal main sama jono dkk. Lebih enak kan ke dkk-nya jono daripada main sama anak-anak ?. Kecuali lo ngomong anak-anak dengan 'refer to' yang jelas.

Kepanjangan nih. Ngebahas kelompok mah ga akan beres. Persepsi orang beda-beda. Intinya mah kaan udah banyak tuuh peraturan untuk mempersatukan manusia. Dari yang paling kecil sampe ada pbb juga. Banyak lah. Ya buat mengurangi dampak solidaritas gila kelompok ini juga. Makanya juga ada kan say no to racism dan lain-lain kan. Itu untuk mencegah sistem in-out group yang super keras dan berlebihan. Keras disini ga cuma fisik tapi juga hati. Ya. Perasaan. Hati-hati sama hati. Waspada sama perasaan. Fisik bisa lo betadine sembuh. Lah hati ?

Akhir kata. Salam psikolokibooo. Nanti kita bahas lagi yah tentang ini. Daaaaw :D