follow me on twittaah

Tuesday, April 17, 2012

vulnerable

Oke guys, halo kembali !, sooo pada tau kan arti dari judul gue kali ini ?, vulnerable. Cukup sulit diartikan dalam indonesia sih, cuma intinya adalah keterbukaan pada segala kelemahan. Sometimes being vulnerable is to let urself getting 'touch' by someone else. Nah, penasaran ?, okeee turunkan kursor dan nikmati kawan !

Ga ada orang yg sempurna. Itu bener banget. Semua orang punya kelemahan, punya kekurangan, dan akui saja percaya atau engga. Tentu saja orang yang mengenal dirinya sendiri itu tau akan kekurangan dan kelemahan, dan selalu ingin memperbaikinya right ?. Nah nah, being vulnerable ini berarti juga membuka kelemahan. Bukan berarti bangga akan kelemahan dan kekurangan, tapi menerima, dan berusaha memperbaiki. Karena cuma dengan menerima dan mengakuinya saja, kita bisa 'melewati' atau overcome kekurangan dan kelemahan itu.

Sifat dasar manusia sih, yang selalu ingin lebih baik, setiap orang punya kok, cuma bagaimana kita mengoptimalkan sifat dasar itu, biar berkembang dan bisa jadi lebih positif ke depannya. Oiya balik lagi ke topik nih, believe it or not, everybody have a secret, that's why they're still not vulnerable., dan emang sih, vulnerable itu adalah sisi tersebenarnya seseorang yang ada didalam perisai-perisai atau topeng seseorang. Semua orang punya topeng, bagaimana mereka bersosialisasi dengan orang lain misalkan, pasti berbeda-beda di setiap tempat, pergaulan ataupun lingkungan. Dan hanya kepada orang-orang tertentu saja, mereka mau membuka pertahanannya atau 'vulnerablenya', dan ketika kalian saling terbuka, dan memperlihatkan semua ke'vulnerable' kalian sebagai manusia, hasilnya adalah kehampir sempurnaan pertemanan, atau kerelasian. Dan keterbukaan itu emang harus dibarengi sama saling menerima dan menghargai satu sama lain. Nah !, semudah itu lho teori pertemanan yang baik, haha.

Dan kadang kala yah, sadar atau engga, kita tetep mempertahankan perisai kita even di depan diri kita sendiri !, nah ini nih faktor penghambat kita buat memperbaiki diri. Inget !, its okay to try being perfect, but there's nobody perfect !, nobody. Ga ada siapapun yang sempurna di dunia ini. Sisi vulnerable adalah sisi perasaan yang paling sensitif bagi semua orang. Sisi sebenarnya dari setiap orang. Kalo lo mau orang lain bisa nerima lo apa adanya, dimulai dari lo dulu lah !, yang bisa nerima diri sendiri. How can they respect you, if you don't even respect yourself. Yakan. Intinya sih akui aja, bahwa lo ga sempurna, cari kekurangan dan perbaiki itu !, demi menjadi manusia yang lebih positif, ke depannya.

Bukan bangga atau sombong akan kelemahan, tapi mengakui, karena mengakui merupakan langkah satu memperbaiki diri :)
Sometimes its okay being vulnerable, but not being vulnerable all time, kita tetep harus bisa menempatkan diri, karena salah satu kunci menang dalam perang adalah dengan mempunyai pertahanan yang juga baik, tau waktu dan penempatan pertahanan, dan juga menyerang. Setiap musuh, setiap orang punya kelemahan, jadi jangan takut !, lo ga sendirian. Dan ya saling menghargai dan menghormati aja sih karena there's nobody perfect.
Akhir kata, salam psikolokibo !


sumber gambar : 

  • http://justjackcollins.mosaicglobe.com/gallery/647/full/the_Vulnerable.jpg
  • http://fc07.deviantart.net/fs5/i/2004/317/9/2/Vulnerable_Truth_by_karyaazure.jpg
  • http://www.cityandhackney.nhs.uk/images/adults%20safeguarding_v_Variation_1.jpg
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNUsm7LoYfBcA11y0xsrn1-OvshJIvOWoScJbkecauY2rYK8nECkHGVk35aPPvuOndZUsh1f1t4w_NXU9Pb2WddUvuoRyRVf04ZgpFIO4zMT923eNmQsTwhPNPjJi6GRh754WDGTMc57k/s1600/48123-until-loves-vulnerable.jpg


Thursday, April 5, 2012

first reason

Long time no see guys! Haha, bener nih berasa lama banget udah ga nulis, I do miss the blog. I do miss my 'writing' self. Kalo boleh jujur sebenarnya gue lagi sedikit kehilangan diri nih. Banyak banget sih faktornya, dan efeknya ngebuat gue banyak ragu aja dalam semuanya. Ini jadi kayak waktu dimana skeptis gue lagi maksimal-maksimalnya. Hmm, pitiful am I ?

Gue jadi inget sih, pertama kalinya gue bikin blog ini. Kenapa ditulis you call it life I called it sucks misalnya. Beberapa orang berpendapat inilah hidup. Ketika mereka menghadapi suatu 'masalah' atau tegangan, mereka bisa aja langsung menganggapnya ini proses hidup. Tapi buat beberapa orang lainnya, ga semudah itu. Its suck guys. Semua orang mau bahagia, dan dilihat dari luarnya orang-orang, keliatan sedikit yang bermasalah. Kebanyakan orang melihat orang dari luarnya aja, seolah-olah quote 'don't judge book by its cover' itu emang ga ada. Tapi kita emang gabisa nyalahin mereka sih, pastinya, lo liat orang pertama dari luarnya. Except lo udah pernah denger 'sesuatu' tentang dirinya. Jadi overall emang itu manusiawi banget.

Jelas. Semua orang mempunyai masalah. Keliatan atau engga, masalah itu emang bagian dari hidup. Semua orang memiliki kadar masalah yang relatif sama, cuma teknisnya aja yang beda, believe it or not. Makanya nih, disini gue mencoba mengaplikasikan ilmu gue, psikologi. Psikologi hingga saat ini masih belum kelihatan, khususnya buat masyarakat kita. Masih dianggap ilmu elit yang spesial serta khusus. Istilahnya belom dianggap kebutuhan. Padahal kalo di belahan dunia lainnya, ini ilmu wajib guys!, istilahnya gini deh, lo ada di dunia ini buat hidup, dan inilah ilmunya, ilmu kehidupan, psikologi. Sadar atau engga siapapun menjalani dan punya ilmu ini, makanya cobaa siapa tau dengan mempelajari teori atau sedikit berbagi, kita bisa lebih sadar bagaimana cara memaksimalkannya :)

Know psychology with fun guys!, with psikolokibo, ini intinya. Sedikit berbagi aja yaa itu tujuannya. When you called your life sucks, you can share with me. Or with anyone you trust of course. Feel free to share, kalo kata quote, everybody need someone to share. Setiap orang membutuhkan seseorang untuk berbagi. You cant live alone, that's for sure.

Yang paling tau tentang diri lo, ya elo, even kadang kita bilang bahwa orang lain yang menilai diri kita, tapi penilaian orang itu beda-beda kan, subjektif, dan penilaian lo ke diri sendiri itulah intinya. Gue berani ngomong bahwa ga ada yang mengenal dirilo lebih baik dibandingkan diri lo sendiri. Yakan ?.

Try the self mirror. Berkaca, evaluasi, dan tanya, siapakah diri anda. Is this the real life ?, or just sucks ?, learn from life guys, lo bisa melakukan apapun jika lo percaya lo bisa. Makanya, yuk berbagi !, baik cerita hidup, suck time, happy day, atau apapun itu, dan saya akan coba lihat penerapan psikologinya, diskusiin bersama dan semoga membantu. Maksimalkan potensi dirimu :D
Dan akhir kata salam psikolokibo!

Wednesday, January 25, 2012

Admit and overcome

Guys guys buddy fellas and semuanya. Balik lagi, hai lagi sama gue. And hey look at the 'title'. Admit and overcome. Admit disini maksudnya mengakui. dan overcome disini adalah melebihi, atau melewati. mungkin teman-teman masih sedikit bingung dengan pemaknaan dan korelasinya, so , you can turn the page down a little, baca lagi dan tersenyumlah ! :)

Gue mau ngeshare cerita dulu aja yah, beberapa hari yang lalu, gue baru nonton 'the green lantern'. Sebuah film fiksi, superhero yang menurut gue maknanya cukup dalem (setelah nonton). Resensi filmnya sih gini, si tokoh utamanya itu seorang pilot yang jago abis, dan dia emang multitalented serta sombong (lho?). Satu sifat buruknya yang dia blm akuin (sampai akhir film tentunya) adalah bahwa he's a quitter. Dia selalu malas menghadapi rintangan, selalu 'keluar' pada komitmennya dan takut mengakui segala ketakutan dan kesalahannya itu. Point terakhir sih yang gue garis bawahi banget. Ketakutan mengakui kesalahan, atau kelemahan diri, itu intinya. Dan itu inti bahasannya kali ini.

Oiya beresin dulu resensinya dikit yah, nah dia nih kebetulan terpilih dapet cincin super yang ngebuat dia jd salah satu pasukan green lantern. Pasukan khusus penjaga galaxy gitu lah (isinya alien banyak, cuma manusia yang ga ada), yang baru sekarang ngasih kekuatannya ke manusia, karena manusia sbagai spesies muda di galaxy itu, masih terlalu lemah lah (ceritanya). Kekuatan si green lantern ini adalah the power of the will, atau kekuatan kemauan. Si will power ini pokoknya dapet lawan tangguh yaitu monster pemakan ketakutan (the power of fear). Dan akhirnya will vs fear aja gitu.

Will power pada awalnya gabisa ngalahin fear power, karena para lantern masih punya ketakutan terbesar, yaitu takut mengakui bahwa mereka takut dengan sesuatu, dalam hal ini fear monster itu lah. Akhirnya mereka bisa menang setelah si tokoh utama, berhasil ngalahin monster fear, dengan mengakui ketakutannya akan dia, dan keberaniannya itulah yang jadi alasan menguatnya will power dan bikin dia menang. Nah sampai sini nangkep ?,

Salah satu hal yang cukup susah bagi setiap orang selain minta maaf akan kesalahan, adalah mengakui kesalahannya. Atau mengakui ketakutannya bahwa dia takut mengakui kesalahannya karena sebab-sebab lainnya. sadar ataupun engga, sesuatu yang belum keluar (seperti tidak mengakui diri) akan menjadi batasan kalian dan hambatan terbesar kalian dalam mencapai potensi maksimal dari diri kalian.

Kenapa di setiap wawancara atau data diri untuk seleksi, ada kelebihan dan kekurangan diri ?, karena itu juga merupakan aspek utama, bisa keluarnya potensi maksimal setiap individu. Ketika kamu mengenal diri, siapa diri kamu, barulah kamu bisa mengeluarkan potensi terbesar kamu. Atau dalam hal ini overcome atau melampaui ketakutan dan keterbatasan kamu.

Setiap orang punya kekurangan, tapi satu cara yang bisa membuat kekurangan itu jadi keunikan atau kelebihan kita adalah dengan mengakuinya, evaluasi diri, lalu berubah jika itu diperlukan. Tidak ada manusia yang sempurna kok, tapi kamu akan bisa mendekati potensi maksimal kamu, ketika bisa mengenal diri, dan mengakui kekurangan diri. Toh siapa lagi yang paling tahu mengenai dirinya, selain dirinya sendiri, yakan ? Haha

Bukan berarti bangga dengan kesalahan, atau kekurangan kita, tetapi sadar akan itu, dan mencoba merubahnya agar lebih positif dan baik, karena ya kodrat kita, fitrah kita, dasarnya positif, makanya pengakuan merupakan salah satu dasar sifat, jurus awal, yang akan membantu kita mengeluarkan potensi terbesar dari diri kita. Dan satu-satunya cara melawan ketakutan terbesar kita, adalah mengakuinya. Percaya atau tidak.

So guys, berhentilah kita membohongi diri sendiri, dengan tidak mengakui diri kita apa adanya. Akuilah, berubahlah lebih positif, dan tunjukkan pada dunia bahwa kalian ada atau 'eksis' !, kalian satu-satunya 'kalian' lho di dunia, ga akan ada manusia yang sama banget di dunia. Tunjukkan diri kalian dan be yourself !, overcome your fears and change !

Dan akhir kata salam psikolokiboo~

sumber gambar :
  • http://katolisitas.org/wp-content/uploads/2008/07/Pengakuan-dosa-2-400x300.jpg
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQzwm_d4BYWDpcVlNZC5WUyROHD_orrpRZpnabe79HE0No2EQ0UTT0YUkZrmsWAk46buyJDbWggQcDnpKNslWkG0dvCfwoZZOYwjj9caHpWWNAXl7XCGRIufYQqYtE_rah6irpQmXG33yD/s1600/green-lantern-movie-poster-art.jpg
  • http://us.123rf.com/400wm/400/400/rudall30/rudall301101/rudall30110100074/8645468-an-illustration-of-a-male-figure-on-energy-burst-background.jpg
  • http://music.ninemsn.com.au/img/blog/katy_perry_firework_470x300.jpg

Saturday, January 21, 2012

pola kepribadian ?

Hai halo bonjour sampurasun semuanya !, gue lagi cukup produktif nampaknya yah, sehari sepost haha !. Sebenarnya ini tuh pingin bgt ditulis kemaren, cuma karena ngantuk setelah nulis post pertama ( re: reflektif) jadi ya tidurlah haha. Simpel dan sedikit curcol sih, cuma ada sebuah isu yang bikin gue tergelitik kmrn.

Temen gue ngetweet gini 'bisa ga sih kepribadian dominan ekstravert diubah jadi introvert ?' Nah guys, sebelumnya gue yakin bgt nih, dan percaya kalo lo semua udah kenal diri lo sendiri, atau minimal mau tau tentang dirilo. Pola, jenis dan tipe kepribadian emang harus dipelajari dari teori, tapi 'isi' kepribadian, ya sifat, ya pandangan, itu bisa banget lo pelajarin sambil hidup. Baik secara sadar atau engga, percaya atau tidak, cuma dirilo-lah yang paling tau tentang dirilo. Yakan ? :D

Pola kepribadian yang gue maksud disini adalah bagaimana susunan dominasi sifat yg lo semua milikin. Segala pandangan hidup lo, sifat, bahkan perilaku itu bisa disimpulin jadi kepribadian lo. Setiap orang pasti beda-beda kan, everybody is unique, jadi gue berani ngomong kalo tipe dan jenis kepribadian yang para ahli bilang itu relatif. Itu cuma dasar lho. Bukan akhir keputusan mengenai kalian.

Memang pada dasarnya potensi setiap manusia sama. Baik, positif, walaupun beda segmentasinya di tiap orang. Nah yang beda ya pengembangannya. karena ya everybody punya pandangan beda-beda mengenai suatu hal, sifat beda-beda, bahkan semirip-miripnya fisik seseorang (kembar misal) itu pasti ada bedanya, makanya balik lagi ke kata relatif.

Tipe atau jenis itu kan cukup kaku, dan bisa gue bilang setiap orang punya semua dasar sifat dari tipe kepribadian (nahlo ?). Misalkan lo make teori yang introvert (orientasi dalam diri) dan extrovert (orientasi luar diri) - tentang ini lo bisa search di om google tah, penjelasan singkat gue sih introvert itu orang yang kurang suka dunia luar, dia mikir sendiri, kerja sendiri, mungkin kadang bisa dibilang pendiam lah. Dia susah 'keluar' dari zona dirinya sendiri. Dan extrovert itu kebalikannya. Doi gaul abis lah di lingkungan haha, ekspresif dan peledakan emosinya keluar diri, lingkungan dan sebagainya.

Oiya jadi lupa gue haha, jadi misal lo make teori itu. Pada dasarnya setiap orang punya basic introvert atau extrovert, cuma dominasinya yang beda-beda. Ada yang dominan in dan ada yang ex. Tapi seiring dengan perjalanan hidup, gue berani bilang itu bisa berubah. Karena ya itu cuma dasar. Ketika lo dapet stimulus atau 'colekan' lagi dari lingkungan, lo yes banget bisa berubah. Baik berubah dominasi atau menguat. Pengalaman membuat kita makin mengenal siapa diri kita. Mendewasakan pemikiran.

Terus misalnya kita pake tipe kepribadian sesuai kekentalan darah. Si sanguin, phlegmatis, melankolis dan koleris. Pernah denger kan ?. ( Kembali kalo belom gue suruh nanya lagi ke mbah om google haha). Intinya sanguin itu ya ekspresif di lingkungan, tukang bicara. Koleris itu pemimpin banget, otoriter, orientasi hasil, penghargaan. Phlegmatis nih si kalem, stabil, gamau ribet, males berubah, dan melankolis nih si pendiam, pemikir, perfeksionis, pemikir. Nah cukup kebayang kan ?, kalo belum, bisa ask me more deep (apacoba) atau search google *kekeuh haha :p

Nah pada dasarnya setiap orang punya semua sifat si 4 kepribadian ini. Tapi dominasinya beda. Biasanya ada 2 tipe yang dominan, misal ya sanguinis-koleris, melankolis-koleris, dan lainnya. Cuma ini bukan pasti guys !, ini cuma dasar kepribadian kalian. Tetep aja pada perkembangannya itu bisa berubah ya sesuai kalian dan hidup kalian. Pengalaman kalian dan pandangan hidup kalian. Re to the la to the tif, relatif.

Kadang gue suka nemuin orang-orang yang ketika menemukan tipe atau jenis kepribadian atau golongan 'apa' mereka, itu malah jadi hidup terbatas, seolah-olah kalo ya lo sanguin lo cuma bisa jadi sanguin. Ngelakuin hal sanguin. Kalo lo introvert lo ga akan bisa gaul dan cuma tetep 'in' tapi ga gitu cuuy sebenarnya -,-

Itu ya cuma dasar. Pengembangannya ya gimana kalian. Pernah nonton avatar kan ?, itu lhoo si aang penguasa elemen lalala. Nah pada dasarnya sifat itu kayak elemen. Avatar itu kayak equilibrium (titik tengah)dan kesempurnaan hidup. Lo punya semua elemen kan jadi avatar. Lo sempurna ngendaliin semua sifat lo ya bisa jadi manusia sempurna guys, tapi kan ga ada, jadi itu bedanya realitas sama kartun. Ga ada yang sempurna di dunia nyata. Kesempurnaan hanya milik ?? (Dijawab) tuhan buu allah buu . 'Nah bener ! *jayus, abaikan :|

Oke balik lagi. Ketika misal aang itu dominan elemennya kan angin. Dia bisanya ngendaliin angin doang pada awalnya. Tapi buat jadi avatar dia harus bisa ngendaliin semua elemen sesempurna mungkin, ya api, air, tanah buat nyelamatin dan ngamanin dunia. Nah kita sama. Kita punya dasar semua sifat dari semua tipe kepribadian. Cuma dominan tiap orang beda. Semakin sering kita belajar mengenai hidup, mengenal diri dan lingkungan, kita bakal makin bisa meng'aman'kan hidup kita. Nah pasti kebayang sekarang. Semakin kita tau dan kenal diri kita, semakin mudah kita adaptasi sama lingkungan yang selalu berubah. Inti munculnya teori kepribadian sebenarnya itu. Sebagai sarana pengenalan bantu dasar diri. sekali lagi, bukan sebagai keputusan akhir atau judgement umum mengenai 'manusia'.

Jawaban tweet itu sendiri sebenarnya bisa banget. Pola ataupun tipe itu kan cuma teori. Inget bahwa sampai detik inipun belum ada ilmu dan teori pasti mengenai hidup dan definisi keseluruhannya. Dan menurut gue pun ga akan ada. Sampai kapan pun teori ga akan bisa mendefinisikan hidup secara utuh. Teori kan diciptakan untuk membantu menjalani 'hidup'. Jadi jangan sampe teori ini, pola dan jenis ini, membatasi pengembangan diri kalian lho. Manusia itu luar biasa, undefinable (ga ter-artikan). Baik itu pandangan hidup, sifat bahkan sikap setiap orang pasti berubah-ubah, dan berusaha maksimal untuk jadi 'maksimal' lebih baik, dan mendekati kesempurnaan potensinya.

Intinya mah jangan terpaku sama teori. Apalagi soal hidup, dan manusia yang wow banget lah, everybody Is unique, semua orang punya keunikan, potensi dirinya sendiri yang cuma dia yang punya. just remember sih, bahwa pola, tipe dan jenis kepribadian hanyalah alat bantu kalian mengenal diri, alat bantu pengembangan diri kalian, jadi yaa tetap berkembang kawan !

Akhir kata salam psikolokibooo~

sumber gambar : 
  • http://duniacaktuh.files.wordpress.com/2010/12/perbedaan.jpg
  • http://3.bp.blogspot.com/_OIuR5K2ZxgA/TSSmHZZ9qjI/AAAAAAAAABk/anQ0pX-zz4E/s1600/traits.jpg
  • http://shawnpt.files.wordpress.com/2011/04/extrovert-v-introvert.jpg
  • http://thisjourneyismyown.files.wordpress.com/2010/03/eysenck.gif?w=400&h=400
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_J67GV_qQTyz8pvPhpXJ03sfzBjeZcvUwWS2F58oT_iCpj2qVP2-BVYvzqiG0H4_RFQaUjLFVkxnZeHS9Kx34PJ7LpnAcJz0kuZvcomQN14zYoCikXkCjl6Tn9Mr9xGgK0YdjTtUJsLK2/s400/prison-in-austria-34.jpg
  • http://fc01.deviantart.net/fs32/f/2008/203/0/2/Avatar_Aang_by_Shira_chan.jpg
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5rLFzWNE3Cqu00mVrBfTzablTMBtGBM6Tdr3XB3Y0aSIXFZQ3WevOyYZylErdkiFsAnKaFXgzgtA0U2h2BiYRLwDTshKCSygGMML06aoILch01McENfOX_SJsycYqWeBm_zdV1lMP1ts/s1600/tumbuh+dan+berkembang.jpg
  • http://donnygo.files.wordpress.com/2010/10/its-okay-to-not-be-perfect.jpg

Friday, January 20, 2012

REFLEKShIt :))

Hello guys !, 2012 nih ! Haha, gila yah cukup lama sebenarnya gue vakum nulis, agak sombongnya sih gasempet, pengakuan dosanya yaa emang lagi ga ada isu yang muter-muter di otak. Stuck on my flatness life laaah intinya mah. I hope you don't ya guys. Justru tulisan kali ini adalah sedikit monologue diri gue yg belum kepraktekkan. Udah sih, cuma belom, jadi .., bingung kan ? Haha.


Monolog itu bicara dengan diri sendiri. Emang bisa ?, bisa lah, lo pasti punya banyak pemikiran dan pandangan pada tiap hal. Bahkan kepribadian lo pun di dalemnya ada banyak 'hal' jadi kalo semuanya ngobrol ya jadi monolog. Refleksi diri membicarakan mengenai pembicaraan, debat alam bawah sadar lo, pikiran lo, yang dikeluarkan di dunia nyata. Diteliti, dipelajari, agar lebih baik.


Monolog atau refleksi diri emang 'jurus' yang cukup bagus. Lo bisa adu argumen dengan tenang tanpa ada siapapun yg ganggu (except yourself). Daan ini emang salah satu terapi terbaik mengenal diri menurut gue. Refleksi diri. Just you (self), evil and angel kalo kata film mah, kalo kata teori, first I want to use id, ego, and superego dari salahsatu tokoh besar psikologi, psikoanalisis, Sigmund Freud.


Id disini adalah semua nafsu lo. Semua keinginan naluriah lo, fisiologis lo, dan yah, dia ga mikirin apapun kecuali pemuasan dirilo. Terus superego ini kayak nurani lo. Dia yang mikirin nilai-nilai moral, etika, agama, dan yah nurani lah. Inget, pada dasarnya setiap manusia itu berpotensi baik. Positif. Oiya And satu lagi, si penengah ya ego. Dia yang mikirin jalan tengah pemuasan antara Id, dan superego. Karena yaa ego inilah muka dirilo. Yang berkaitan dengan lingkungan langsung. Yang kerjaannya nyari jalan tengah, biar enak diliat diluar 'kasarnya'. Ya lo puas, nurani pun ga terkoyak. Pilihan teraman untuk dipraktekan.


Ketika lo pake teori refleksi berdasar freud ini yah, simpelnya gini. Lo gausah capek" banyakin jalur pendapat. Cuma 3, dan sangat saling berkaitan. Misalnya aja nih, ketika lo laper dan si id tentu saja udah meraung" minta dipuaskan yakan, cuma keadaannya gini.
*You don't have a money
*Lo lg bareng sama anak-anak
*lo gasuka ngutang
Choice super :
*ada makanan nganggur bekas temenlo
*ada makanan baru yg penjualnya lg ga ada dan disitu cukup sepi kecuali temen" lo.
*semua temenlo makan kecuali lo.


Ini dialognya :


Id : mau makaan, lapeeer. cepet dan gimanapun caranya.
Superego : udah pinjem aja sama temen lo yg ada, janji dgn tepat kapan mau ganti. Kita butuh makan. Jangan ngambil yg temen karena gaenak, ga beretika, dia jg laper. Jangan nyuri gabaik. Kalo ga ada yg minjemin yaudah, tahan aja lapernya. Demi kebaikan umat.




Oke guys. Setiap ego bakal beda-beda penetapan keputusannya. Bakal balik lg ke budaya lo, kebiasaan lo, dan intinya dia bakal cari jalan tengah, yg memuaskan semuanya.
Nah dialog diatas itu contoh simpel monologue. Refleksikan, tuliskan kalo perlu, dialog-kan apa yg ada di pikiranlo. Gue boleh bilang ini salah satu seni berpikir. Dan useful banget jika emang kita cerdas menggunakannya. Ini cara yang cukup baik untuk mengenal diri :)


Dominasi tiap elemen setiap orang juga beda". Ada yg id-nya lebih dominan ataupun superegonya yang dominan. Hey teman, perkuat ego-mu untuk mencapai equilibrium, atau titik sentral hidup. Keseimbangan hidup bahasa kerennya mah. Caranya gimana ?, Evaluasi diri, refleksi diri dan banyak cara lainnya. Pelajari setiap elemen hidup lo, dan usahakan tidak lakukan kesalahan yang sama. Inget kalo kata quote, pengalaman adalah guru terbaik. Hidup adalah sebuah penelitian. Jadi intinya jangan bosan belajar, usaha dan berubah buat jadi lebih baik guys !, ilmu mah ga akan ada abisnya.


Akhir kata salam psikolokibo :3


sumber gambar :
  • http://www.queeky.com/share/drawings/cartoons/123001/id-ego-and-superego.jpg
  • http://farm3.static.flickr.com/2006/2444166564_342d6f5318_o.jpg
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwoBmxn2TI_Efi-kOvx-Az9P6cV2IyAtz1YBBF1SvFr7KtksGzb1AsA42OXLRmvcKBTaxKO6wo272cLJQd3XqiCjj-RGvWPHKGAHUyvjsIJuiH0VfjD3RtUx5kPZxYnWOqJShoarFqZXbr/s1600/antique-ancient-wooden-mirror-design-z.jpg
  • http://sidoxia.files.wordpress.com/2011/04/freud.jpg
  • http://inkjot.files.wordpress.com/2010/06/id-ego-super-ego.jpg

Wednesday, December 7, 2011

FALL AND RISE

jatuh bangun. kayak lagu dangdut yah ?, hahaha. gue berani berkata bahwa setiap orang pernah mengalaminya. baik secara fisik ataupun tentu saja psikis. Hidup itu seperti roda yang selalu berputar, ga akan selamanya lo di bawah dan ga akan selamanya juga lo diatas. percaya atau engga karma  atau hukum timbal balik itu ada. Apa yang lo dapatkan adalah sama dengan sesuai dengan apa yang pernah lo berikan.

Halo lagii semuanyaaa, lama banget yah gue ga nulis hehe, ada beberapa rsionalisasi sih sebenarnya tapi yasudahlaah, yuk balik lagi ke topik bahasannyaa. Kali ini gue bakal ngebahas tentang JATUH dan BANGUN, FALL and RAISE, yang tentu saja mengenai psikis. Pada dasarnya semua orang pernah dan pasti mengalaminya. Coba gue tanya, siapa sih diantara lo semua yang belom pernah gagal ataupun berhasil. Mungkin ada beberapa orang yang selalu mengeluhkan betapa susahnya hidup, atau betapa mudahnya hidup, tapi sesungguhnya yah, ga akan selamanya hidup itu seperti yang lo inginkan. Ga selamanya rencana lo bakal lancar. Percaya atau tidak, Cuma rencana Tuhan yang sempurna :D

Kadang gue suka bingung sama orang yang mengeluhkan betapa datarnya hidup dia. Padahal yang kalo dirunut lagi dan dilihat dan diterawang dan diteliti (lebay han udah, hehe) gamungkin banget hidupnya dia grafiknya lurus-lurus aja. datar-datar aja. biasa-biasa aja. Gamungkiiin sob gue jamin !. Semua orang pasti pernah mengalami keberhasilan dan kegagalan. Segala pepatah yang mengatakan bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda ya bener banget. Kapan lo mau belajar kalo lo terus berhasil. Kapan mau belajar kalo lo dari lahir udah pinter. Kapan lo mau kaya kalo lo gapernah miskin dan begitu pula sebaliknya. Ada hitam ada putih, ada sukses ada gagal, dan tentu saja ada jatuh ada bangun, gue tekenin sekali lagi yah. BIASA dan wajar.

Jadi gini sih, setiap orang punya momennya sendiri-sendiri, punya caranya sendiri-sendiri. seperti yang dikatakan teori psikologi humanisme bahwa setiap manusia itu pada dasarnya adalah baik dan unik. Unik disini berarti beda dari yang lain. percaya atau engga, hey guys !, lo semua pasti punya kelebihan yang cuma lo doang yang punya !. Cari dan manfaatkan itu !, karena itu-lah lo. Tuhan memang sutradara sekaligus arsitek yang baik. Dia memberikan free role free to choose buat kita dari bertriliyun langkah dan jalan yang udah dia rencanakan


LO GA AKAN PERNAH KEHABISAN PILIHAN UNTUK BERGERAK. Percaya deh, kalo kata pepatah dimana ada kemauan disitu ada jalan. Jadi kalo lo emang udah jatuh, ya bangun lah. Kalo setelah lo jatuh lo menyerah. ga akan ada lagi hidup. Bangun sendiri broo belajar bangun sendiri. Ga selamanya ada orang disisi lo. cuma TUHAN yang selalu ada buat lo. Jadi persiapkan diri lo buat menghadapi hidup, dan berserah diri sama-NYA karena dia terus ngedampingin lo.
Jatuh itu wajar, gagal itu biasa. orang yang takut gagal itu kalo kata dosen gue berarti takut sukses. Sekarang semuanya pilihan lo, karena setiap orang pasti merasakan 'jatuh', jadi tinggal pilih aja kapan mau bangunnya heeeei. BANGUN LALU LANJUT HIDUP, ATAU NYERAH DAN MATI. coba deh lo pikir ulang, ada gunanya ga sih menyerah pada keadaan ?. apa sisi positifnya ?. yeap itu negatif.  kalo kata statistik efek jatuh = jika bangkit adalah hidup, maka menyerah = MATI.

Banguuun bangun dan bangun. maju ke depan dan naik ke atas. Pilih pilihan lo, bangun ketika jatuh, belajar dari hidup lo, dan percaya, bahwa hidup itu belajar. kalo lo nyerah lo ga akan bisa belajar. Kadang kala memang mengalah itu diperlukan, tapi satu sih saran gue mah, kalo kalah itu bukan dan belum tentu nyerah. Lo sendiri yang memutuskan arti itu sendiri. yeap, balik lagi, lo lagi yang harus milih *yaiyalah ini kan hiduplo haha inget guuys, setiap orang punya momennya sendiri, waktunya sendiri, tepat atau tidak suatu hal, itu balik lagi ke elooo, kalo ga ada momennya, ciptain aja ! \m/

*PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK
*JAWABAN TERBAIK DARI MASALAH SETIAP ORANG ADA PADA DIRINYA SENDIRI
*INI HIDUP LO, INI PILIHAN LO. PILIHAN LO ADALAH PILIHAN TERBAIK, KARENA KEPUTUSAN AKHIR DARI APAPUN ITU, BALIK LAGI KE DIRI LO.

akhir kata .., salam psikolokibo :D

sumber gambar : 
  • http://4dentng21.files.wordpress.com/2011/05/roda-itu-berputar3.gif
  • https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw9L6JQ2xtdUCX_gBBSpw6mJswMRDN5vHW5GSgiYbqkWwiQb_M94G6wC9OCsh2HxKyiR6IVC3mnC-U9wZ7iH6Lg1ofqhEd2Vxu3J2aQDrvtmBIq1Chl2m1bzs1DtbZg0Mz-gewb-azJCw/s1600/tips.jpg
  • http://max-cdn.loyarburok.com/wp-content/uploads/2010/05/guitar-bangkit.jpg
  • http://asyrafazmin.com/wp-content/uploads/2010/06/fallfromstair.jpg

Friday, October 14, 2011

dilema keobjektifan

Halo kembali semuanya !. Topik kali ini rada sedikit curhat nih, eh ?! Haha. Jadi gue mau ngebahas tentang suatu keadaan yg gue namakan dilema keobjektifan.
 Dilema itu berarti bingung ketika diharuskan memilih, dan keobjektifan berarti pendapat dan pandangan yang berbeda. Jadi dilema keobjektifan itu adalah suatu keadaan dimana kalian bingung harus memilih dan bergerak seperti apa, ketika kalian terlalu banyak tahu semua, dan terlalu banyak pandangan. Objektif disini berarti kalian punya banyak pandangan tentang si 'masalah' kalian ini, punya banyak pilihan untuk bergerak, tetapi sukar memilih. Gimana coba pendapat teman-teman ?

Menurut pandangan humanistik, setiap manusia punya potensi. Disini bakal gue kaitkan sama teori konseling, dimana juga meyakini bahwa setiap manusia itu sebenarnya selalu tahu apa yang harus ia lakukan. Tahu bagaimana memecahkan persoalan dan masalah yang sedang dia alami, hanya saja ada yang sudah sadar, ada yang 'defense mechanism' (denial-menolak, proyeksi dsb), dan ada jg yang terlalu banyak pilihan. Nah si keadaan dilema keobjektifan inilah akhirnya yang muncul.


Coba menurut kalian nih yah, memilih itu mudah ga sih ?. Faktanya bahwa memilih sesuatu dengan beragam pilihan itu jauh lebih sulit dibandingkan memilih dengan pilihan yang lebih sedikit. Orang-orang yang berhasil berpikir objektif untuk pemecahan masalahnya, biasanya mempunyai terlalu banyak pilihan untuk bergerak. Ya, disini yg gue maksud banyak sudut pandang, analisis, dan belum lagi kalo kita tinjau kembali dengan beragam evaluasi. Ribet. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu kurang tepat, gue berani ngomong kalau terlalu objektif itu jg kadang kurang tepat.

Disinilah, unsur subjektifitas kita, unsur hati kita, perasaan kita bermain. Karena pilihan yang terbaik menurut gue adalah setelah logika berjalan, tentukan dengan perasaan. Ketika analisis malah memunculkan masalah baru, perasaan lah yang harusnya bicara dan menentukan. Ini hidup lo !, kalau sudut pandang yang lain malah bikin ribet, coba pertimbangkan ulang dan gunakan sudut pandanglo, pendapatlo, dengan kata lain kemauan lo !. Karena mencari titik tengah dalam keobjektifan itu lebih susah dari mencari jarum di jerami, bukan tidak mungkin tetapi cukup rumit. Sama sulitnya ketika kalian nanti berbicara tentang equilibrium atau keseimbangan dalam hidup.

Jadi guys, saran gue sih ketika lo mau menyelesaikan masalahloo, dan mulai berpikir. Coba analisis dengan benar semua sudut pandang yang lo punya. Semua kemungkinan, dan semua pendapat. Sesuaikan sama mau lo, dan diri lo, cocok ga ?. gabisa juga kalo dipaksain kan, nyiksa diri, gabaik.

Ikuti kata hati lo. Itu kata" lucu, sampah, ga kebayang, ataupun bullshit yang menurut gue cukup bisa menjawab semuanya. Karena semuanya balik lagi ke dirilo guys !. Terserah kalian mau berkonsultasi dan curhat dengn siapapun, minta pendapat dengan siapapun, mengumpulkan sudut pandang sebanyak apapun, tapi tetep keputusan terakhir itu pada diri lo. Percaya diri hei !, semua penyelesaian masalah terbaik itu ada di otak dan hati lo, jadi belajar berpikir tepat ya guys, ya masa mau asal sama hidup sendiri, eh ?! Hahaha.
Akhir kata salam psikolokibo ya !


        sumber gambar :
  • http://spa.fotolog.com/photo/58/62/73/latawer/1221048205571_f.jpg
  • http://www2.clikpic.com/lexier/images/Direction_Dilema.jpg
  • http://dc382.4shared.com/img/lhJrb4i_/s7/Banyak_pilihan_banyak_bingungn.JPG
  • http://galuhristyanto.web.id/wp-content/uploads/2011/03/Banyak-pilihan.jpg

Saturday, September 24, 2011

EAT and consul ! (explanation about curhat dan konsultasi) part 1

hello back fellas, kali ini nih gue mau bahas sesuatu yang gue dapet di kuliah *ciee and to be honest, ini salah satu materi terbaik yang pernah gue dapet. Simpelnya ini materi gue dapet di psikologi konseling. sebuah mata kuliah yang diajar oleh salah satu dosen favorit jurusan gue (bu kalo baca kasih saya A yah !) dan salah satu mata kuliah terpenting lah buat para calon sarjana psikologi. membahasnya tentang MEMBANTU / helping.

oke jangan kaget, jangan gundah jangan resah apalagi galau !, membantu disini bukan membantu seperti pembantu, ya bukan, tetapi membantu secara konsultasi. bahasa gaulnya curhat deh. siapa sih dari kalian yang belom pernah diminta tolong untuk ngedengerin cerita dari siapapun itu. biasanya sih masalah, pernah kan ?

Selama ini kita kira curhat hanya sekedar curhat. ternyata ada teori-teorinya lho sedikit. Kalau misalkan lo curhat ke seserang yang profesional, kan bisa ke konselor, psikolog atau ke konsultan, dalam hal apapun yang emang cocok. aneh juga kan lo mau curhat masalah cinta tapi ke konsultan tata ruang -.-"
Secara ga profesional, biasanya ke temen yang kita percaya atau sahabat. ke kiyai gaul atau orangtua ya kan ?. Nah pastinya cerita sesuatu ke orang itu, apalagi masalah dan ujungnya minta advice itu pasti sering banget kita temukan di kehidupan kita, makanya gue rasa kalian-kalian perlu tau nih, tujuan 'membantu' itu apa sih, harusnya gimana sih, dan apa yang dilakukan oleh konselor ataupun psikolog atau orang bijak juga boleee, kenapa mereka begitu mudah membimbing kita dan membantu menyelesaikan masalah kita, gue rasa sih ini penting banget diketahui bahkan oleh anak SD sekalipun !. iyalah dari sejak masuk sekolah itu kan kita udah mulai bersosialisasi. udah mulai berteman dan curhat curhat gitulaah. oke guys marii kita langsung tancaaap gaspol ke bahasan.

secara teori gini nih, *helping/membantu orang lain pada  dasarnya merupakan proses yang memungkinkan orang lain, tumbuh searah dengan pilihannya, mengatasi masalah dan menghadapi krisis* .
Nah disini coba liat kata yang gue bold, tumbuh searah dengan pilihannya. berarti kan harusnya semuanya tetap kembali sama si orangnya, orang yang curhat sama kita itu. kita boleh aja ngasih advice atau nasihat atau arahan atau apalah, tetapi baiknya mah ujungnya kita balikin lagi ke dia. bukan kita paksa ikutin advice kita atau gimana. perilaku kurang tepat kayak gini nih yang biasanya bakal ngebuat si curhater (ini sebutan si pasien, sahabat atau orang yang curhat ke kita) jadi bergantung ke kita nantinya, kalo advice kita dirasa berhasil oleh dia. ujung-ujungnya lagi gue pernah ketemu kasus yang temen gue-nya itu ngeluh karena dicurhatin terus sama temennya, dimintain advice tapi ujungnya ga didengerin, dan setelah gagal curhat lagi dan lagi, bete ga tuh ?. makanyaa baiknya mah semuanya kita balikin ke orangnya. sesuai banget sama tujuan dari helping ini.

Proses membantu menganggap helpee(curhater) menyadari alternatif-alternatif dan berkeinginan untuk bertanggung jawab dalam bertindak. Tujuan helping : 

  • SELF HELP -> bisa membantu diri sendiri
  • SELF SUFFICIENCY -> memiliki rasa puas terhadap diri sendiri.


oke ini berikutnya yang kita bahas disini. Proses membantu yang tepat itu adalah membuat si curhater itu bisa memenuhi kriteria self help dan self sufficiency. Disini harusnya kita sadar bahwa setiap orang sebenarnya tau apa yang harus dia lakukan untuk menyelesaikan masalahnya. Setiap orang PASTI tau kok. Cuma kadang ada yang sadar dan ada yang belum sadar tentang pengetahuan dan kemampuannya itu. setiap orang selalu berkembang, dan berusaha berkembang tentunya ke arah yang lebih baik, makanya butuh banget tuh self help. Self help itu kan bisa ngebantu diri sendiri. maksudnya ya nantinya orang-orang yang kita pernah bantu itu bakal bisa nyelesaikan masalahnya sendiri. dengan cara uniknya sendiri. mereka bukan gatau atau gamampu sebenarnya tapi mereka kurang sadar, atau belum tau, makanya disitulah tugas kita. kasih alternatif solusi yang objektif, dan  biarkan mereka yang memutuskan. Kasih advice sih boleh aja, boleh banget malah, tapi hanya sekedar advice atau pilihan jawaban dari sisi lo (subjektif) yang keputusannya balik lagi ke mereka. Bukan maksud untuk mengurangi orang yang curhat atau bersosialisasi atau gimana sih, tapi demi kebaikan si temen lo itu, si curhater, karena ga selamanya mereka bisa ngandelin orang lain. Akan ada saatnya mereka harus berjuang sendiri. Nah ini kalo gue kaitin sama teori yang suka gue bahas di post-post sebelumnya, yang dinamakan evaluasi diri. kita harus buat mereka bisa evaluasi diri, mencari penyelesaian masalah dalam diri sendiri, karena guys, semuanya bakal balik lagi ke dirilo. 
yang kedua self sufficiency, atau kepuasan diri. Disini maksudnya kita harus bisa membimbing si curhater itu untuk bisa puas diri dan mengurangi keluhannya. Hei !, kalo kata teori humanisme itu, setiap manusia itu pada dasarnya baik, dan mempunyai potensi positif. read. POSITIF. Kita semua bisa kok kalau kita percaya diri. percaya kemampuan diri sendiri. ini yang dimaksud dengan mencapai kepuasan diri. 

Ini sih yang jadi tujuan inti dari helping someone. Yang jadi tujuan paling tepat menurut gue, dan teori itu-lah. Coba deh lo bayangin kalo dari kecil lo udah ngerti ini, dan setiap orang yang dicurhatin dan curhat ngerti ini. ungkin segala kegalauan (wetseh bahasanya bray) di dunia bisa berkurang. Soalnya masalah itu pasti bakal selalu ada dalam hidup. bray kalo hiduplo datar menurut gue malah ga bener tuh. pasti ada 'sesuatu' dalam diri lo. Galau dan ngerasa bete atau datar juga manusiawi banget. Dan oiya, jangan lupa kita ini makhluk sosial. udah kewajibannya banget lah bantu orang lain. Ga harus secara fisik atau materi, tapi nasihat atau 'bantuan' kayak gini juga bisa kaan. Jangan malu untuk minta bantuan ke orang, atau sekedar berkeluh kesah dan menyampaikan perasaan (asal ga lebay). Kalo kata quote gue :

*SETIAP ORANG MEMBUTUHKAN SESEORANG UNTUK BERBAGI*

Nah sampai sini temen-temen pasti mulai kebaca lah yah, gimana sih dengerin curhat yang baik, jadi 'helper' yang baik dan tepat, semoga aja bahasan ini bermanfaat, nantinya bakal gue bikin part 2 kok soalnya ini kepanjangan nyahahaha. inget selalu evaluasi diri dan bersyukur, sejago-jagonya helpee lo, tetep, keluh kesah yang paling enak dan nyaman itu ke tuhan lo masing-masing. Akhir kata salam psikolokibo ! :3



sumber gambar :
  • http://images.detik.com/content/2011/01/18/763/curhat2-ts-dalam.jpg
  • http://yourchildyourdivorce.com/wordpress/wp-content/uploads/2009/04/children-and-divorce-counseling.jpg
  • http://www.altrusasherman.com/images/logos/HelpingHands_Logo.jpg
  • http://www.primoprevention.com/product_images/q/411/I'm_Proud_to_Be_Me_S-10__03363_zoom.jpg
  • http://www.bestdreamit.com/wp-content/uploads/2011/01/self-help.jpg

Sunday, September 4, 2011

MANAJEmarah :)

Hello everyone !. Gue pribadi mengucapkan happy eid mubarak yah !, atau selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin dan minal aizin wal faidzin. Sori sori yak kalo gue banyak salah kata, especially kata di blog ini. Terus dukung psikolokibo yah, we're bestfriend, I'll help you anytime.

Okee back to the topic. Simpel, manajemarah artinya manajemen amarah. Atau yang biasa buku dan teori sebut dengan 'anger management'. Sebuah skill yang kita anggap seperti ga pernah ada.
Kenapa ?, karena beberapa orang berpikir kalau marah itu wajar. Sifat dasar. Dan mungkin faktanya, mereka belum tau kalo ini bisa banget dikontrol.
 
Pengertian marah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perasaan tidak senang. Marah, kesel, dan sebal dengan seseorang biasanya disebut 'emosi' oleh orang-orang awam. Misal nih yak, eh gue lagi emosi banget nih sama tu orang, atau emosian banget deh lu. Nah sebenarnya kalo lo kaji lagi. Sedih ataupun senang itu juga emosi kan ?,


berarti emosi itu adalah pengeluaran otomatis dari semua perasaan lo. Bukan cuma marah.

Oke cukup pembahasan tentang kata emosi dan marah. Manajemen marah sebenarnya gue belom pernah belajar atau baca bukunya sih. To be honest ini gue pelajarin dari hidup. Hasil adaptasi. Dan gue yakin kalian juga bisa. Sebuah pembicaraan dengan teman, menginspirasi gue kembali untuk mosting tentang ini. Langsung aja yuk.

Marah itu salah satu dari emosi. Luapan perasaan. Kesal, sebal, ataupun bete itu juga yang mengikutinya. Dendam ?, itu salah satu efeknya. Soal dendam, hati-hati, inget ada yang namanya karma, atau timbal balik. Begitulah hidup dan dunia berputar. Siklus kehidupan. Lo melakukan hal baik, baiklah balasannya, gatau kapan, tapi pasti baik itu datang.

Setiap orang punya cara penanganan amarah dan pengeluaran amarah yang berbeda". Tapi kunci kontrolnya sama. Simpelnya ketika lo marah. Coba hentikan pikiran kenapa begini, kenapa begitu, tapi munculkan pertanyaan, apa yang akan lo lakukan setelah ini, atau setelah tau kenyataan yang membuat lo marah ini. Amarah itu ga akan pernah ketemu ujungnya kalo lo ikutin maunya, makanya, saran gue ketika lo marah, selesaikan cukup dengan satu perilaku.

Misalnya aja nih, lo marah, lampiasin ke hal yang positif produktif. Ya, pertama dia harus positif dan kedua harus produktif. Ini bisa lo lakuin kalo lo udah cukup objektif dalam mengeluarkan amarahlo. Contohnya lo marah, kesel, bete, bisa dikeluarkan dengan menyanyi, menggambar atau menciptakan sebuah karya, kayak lagu misal ?, atau lukisan ?, bisa aja kan.

Atau cara kedua nih. Kalo lo bingung sama cara pertama, yang produktif. Jadi ketika lo marah, puasin dengan satu perilaku, buat komitmen dan janji sama dirilo sendiri, cari pelampiasan yang setidaknya bisa muasin lo tanpa merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Misal lo bisa teriak sekenceng"nya dibawah bantal (biar ga berisik dan ngeganggu atau buat marah orang lain), atau lo bisa tidur mungkin ?, dan simpel kan, masih banyak cara yang lain dan gue yakin lo pasti juga tau harus gimana.

Ini bukan berarti lari dari masalah lho. Kata masalah itu berasal dari dirilo sendiri. Intinya suatu kejadian atau apapun itu diberinama masalah oleh dirilo itu sendiri. Balik lagi ke dirilo, lo mau jadiin si sumber marah ini masalah atau apa. Semuanya berasal dari dirilo, atau kata peribahasa, lawan terberat adalah dirilo, jadi hadapi dan kontrol diri lo. Saran gue lagi, berteman deh dengan amarah, dengan masalah, dengan sumbernya. Hadapi setelah lo tenang. Biar lebih objektif pikirannya, atau lebih bijak. Ini jadi salah satu alasan lo harus punya anger management yang baik dulu. Nyambung ke luasnya sudut pandang pikiran, dan kontrol diri yang efektif. Ingat. Selalu ada solusi terbaik untuk kita semua. Ujungnya kembali lagi ke diri kita, percaya dan mau ga ?

Balik lagi nih, ya intinya jangan lo sia-siain energi lo buat marah. Sayang. Marah itu ngeluarin energi yang ga sedikit. Cukup banget dan hampir sama kayak energi yang lo keluarin kayak habis olahraga. Nah lo bandingin tuh manfaatnya ?, mending buat olahraga kan ?. belom lagi itu amarah gaakan ada ujungnya kalo lo terus ikutin. Apalagi sampe lo jadiin dendam. Ga akan ada habisnya. Sekali lagi, sayang energi lo.

Okee to the last, save your energy and go something more positif, control your anger and you can be the best. Salam psikolokibo !


sumber gambar : 

  • store.drumbum.com/ skuT-107.html
  •  www.biziki.com/biz/ dealing-with-anger-management/
  • an.el-guild.net/.../ 
  • www.india-forums.com/ forum_posts.asp?TID=1561...
  • angrypanda-studio.deviantart.com/ art/Angry-Pa...
  • kebajikandalamkehidupan.blogspot.com/ 2011/06/....
  • vande-soul.blogspot.com/ 2011/05/ngoprek-savin...